DETAIL DOCUMENT
Penerapan Slow Deep Breathing Terhadap Tingkat Nyeri Akibat Tindakan Invasif Pada Anak Dengan Febris Di RSUP Surakarta
Total View This Week0
Institusion
Universitas Kusuma Husada Surakarta
Author
Leony Dwi Alfina Mega Pratiwi, Leony
Subject
 
Datestamp
2023-08-30 00:24:34 
Abstract :
Keluhan yang menjadi permasalahan utama pada anak yang dirawat di rumah sakit salah satunya adalah demam. Demam adalah suatu reaksi yang menggambarkan adanya suatu proses penyakit di dalam tubuh. WHO (2022) Menyatakan terdapat kurang lebih 17 juta kasus demam dengan 500-600 ribu kematian. Data di Indonesia tidak memaparkan secara langsung kejadian demam, Riskesdas 2018 menyatakan prevalensi penyakit yang disertai demam antara lain ISPA 12,8% dan Pneumonia 48%. Anak yang dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan sesuai diagnosa penyakitnya menyebabkan anak harus mendapatkan tindakan invasif antara lain pemasangan infus, injeksi, pengambilan darah dan lain-lain yang akan menyebabkan respon nyeri pada anak. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui pengaruh slow deep breathing terhadap tingkat nyeri akibat tindakan invasif pada anak dengan febris di RSUP Surakarta. Studi kasus ini menggunakan 1 subyek yang diteliti pre dan post pemberian intervensi slow deep breathing yang dilakukan selama 2 hari. Tindakan invasif yang dilakukan adalah injeksi. Skala nyeri diukur sebelum dan sesudah pemberian intervensi yang dicatat pada lembar observasi Wong Baker Faces Pain Rating Scale. Hasil dari studi kasus ini didapatkan skala nyeri sebelum pemberian intervensi adalah 2 yang artinya nyeri sedikit lebih dan skala nyeri setelah pemberian intervensi adalah 0 yang artinya tidak nyeri. Sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh slow deep breathing terhadap tingkat nyeri akibat tindakan invasif pada anak dengan febris di RSUP Surakarta 
Institution Info

Universitas Kusuma Husada Surakarta