Abstract :
Latar belakang: Diabetes melitus (DM) penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan glukosa. Risiko utama yang biasa ditemukan pada penderita DM diantanya hipoglikemia. Hipoglikemia ditandai dengan menurunnya kadar glukosa darah (Sukmadani et al., 2019). Mengurangi rasa nyeri merupakan hal yang penting untuk memperbaiki kualitas hidup pada penderita nyeri DM. Massage aromaterapi intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif dapat digunakan untuk mengelola nyeri (Ariska et al., 2020)
Skenario kasus: Pengumpulan data yang diperoleh tanggal 02 Agustus - 04 Agustus 2023 dengan metode penelitian studi kasus pada 1 subyek dengan pengukuran tingkat nyeri pre post diberikan massage aromaterapi lavender, subyek dalam karya ilmiah ini adalah penderita DM tipe II yang sesuai dengan kriteria inklusi dan kriteria eklusi.
Strategi penelusuran bukti: Pengkajian di dapatkan data responden mengeluh nyeri kaki kanan, sulit tidur tampak lemas, meringis kesakitan, dan gelisah. Intervensi yang dilakukan manajemen nyeri nonfarmakologis dengan terapi massage aromaterapi lavender.
Pembahasan: Setelah dilakukan pemberian implementasi dengan massage aromaterapi lavender pada penderita DM tipe II dan dilakukan selama 2 kali sehari dalam 3 hari. Setelah diberikan massage aromaterapi lavender selama 3 hari pasien mengatakan nyeri menurun dari skala 4 menjadi skala 1.
Kesimpulan: Berdasarkan hasil studi kasus menunjukkan adanya perubahan skala nyeri yang sebelum skala nyeri 4 dan sesudah dilakukannya implementasi menjadi skala 1. Terjadinya perubahan yang signifikan pada penurunan tingkat nyeri yang dialami penderita DM tipe II.
Kata Kunci : DM tipe II, tingkat nyeri, massage aromaterapi lavender.
Daftar Pustaka :20 (2014-2021)