Abstract :
Prosedur pembedahan menempati urutan ke sebelas dari 50 penyakit dengan presentase 12,8% di rumah sakit se- Indonesia (Kemenkes RI, 2018). Pada periode pasca operasi tubuh pasien mengalami pemulihan dari akibat anestesi dan paparan lingkungan yang dingin, sehingga membuat sebagian besar pasien bedah mengalami hipotermia. Penanganan hipotermia salah satunya dengan memberikan tindakan penghangatan dengan pemberian cairan infus hangat dan selimut elekrtik hangat, yang merupakan kombinasi penghangatan dari dalam dan luar tubuh untuk mengurangi pengeluaran panas dengan mempertahankan panas secara konduksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan post operasi Colum femur dextra: hipotermi dengan terapi cairan infus hangat dan blanket warmer.
Subjek yang digunakan pada kasus ini adalah satu pasien post operasi colum femur dextra dengan hipotermi (suhu: <36°C). Analisa data dilakukan dengan menggunakan analitik dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan subjek sebelum diberikan blanket warmer dan cairan infus hangat, S:35,4° C, dan setelah dilakukan tindakan terapi cairan infus hangat dan blanket warmer pasien mengalami peningkatan suhu tubuh, S: 36,5° C. Kesimpulan dalam penelitian ini tindakan terapi infus hangat dan blanket warmer efektif dilakukan untuk meningkatkan suhu pada tubuh.
Kata Kunci : Blanket Warmer, Infus Hangat, Hipotermia, Post Operasi
Daftar Pustaka : 19 (2018-2023)