Institusion
Universitas Kusuma Husada Surakarta
Author
Alivia Cahyaningrum, Alivia
Subject
Datestamp
2023-09-14 04:00:13
Abstract :
Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus merupakan dua bakteri yang menyebabkan infeksi. Staphylococcus aureus merupakan bakteri Gram positif dan penyebab utama berbagai macam infeksi klinis parah. Pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri Gram negatif yang menyebabkan infeksi pada saluran urinaria, sistem respirasi, dermis, jaringan lunak, tulang, dan saluran gastrointestinal. Tumbuhan sirih cina (Peperomia pellucida L.) mengandung senyawa flavonoid dan tannin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak tumbuhan sirih cina (Peperomia pellucida L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aerginosa. Tumbuhan sirih cina diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan etanol 70%. Pada hasil ekstrak dilakukan uji kualitas dan skrining fitokimia dengan metode Kromatografi Lapis Tipis, selanjutnya dilakukan uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi untuk mengetahui Konsentrasi Hambat Minimum (KHM). Ekstrak tumbuhan sirih cina (Peperomia pellucida L.) dibuat dalam 6 seri konsentrasi yaitu 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,12%, 1,56%. Hasil skrinning fitokimia dengan metode Kromatografi Lapis Tipis menghasilkan nilai Rf antara 0,18-0,55 dengan fase gerak heksan:etil asetat (7:3) menunjukkan ekstrak sirih cina mengandung senyawa alkaloid dan tannin. Uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus daya hambat terbesar pada konsentrasi 6,25% dengan rata-rata 13,0 mm dan Pseudomonas aeruginosa daya hambat terbesar pada konsentrasi 50% dengan rerata 9,3 mm.