Abstract :
Anak tunagrahita membutuhkan pendidikan kesehatan seks agar anak terhindar dari kekerasan seksual, sebab anak tunagrahita rentan menglami kekerasan seksual.Kemampuan anak tunagrahita yang memiliki keterbatasan kognitif masih memungkinkan untuk diberikan pendidikan kesehatan dengan metode lagu.
Penelitian ini dengan metode kuantitatif quasy eksperiment melalui pre test ? post test without control group design. Penelitian ini sebanyak 30 sampel. Teknik sampling yang dipakai total sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner pengetahuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 30 responden memiliki pengetahuan tentang pencegahan kekerasan seksual kurang sebanyak 15 (50%) responden sesudah diberi pendidikan kesehatan dengan pendekatan lagu taraf pengetahuan responden dalam kategori baik sebanyak 29 responden (96,7%).