Abstract :
Kepadatan atau overcrowded di instalasi gawat darurat merupakan sebuah kejadian atau situasi yang terjadi akibat permintaan atau kunjungan kesehatan yang meningkat dan tidak seimbang dengan situasi dan keadaan yang ada di instalasi gawat darurat. Dalam menjalankan tugas dan profesinya perawat harus ahli dalam menangani kasus gawat darurat dan mampu menstabilkan kondisi pasien. Initial Assessment merupakan pengkajian awal yang dilakukan pada menit pertama dalam menangani kegawat-daruratan pada pasien trauma yang sangat berat dan menentukan keselamatan pasien. Tujuan penelitian adalah Mengetahui hubungan antara kondisi overcrowded dengan Ketepatan Tindakan Initial Assessment di IGD Rumah Sakit Wilayah Boyolali.
Metode : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, pada penelitian ini digunakan metode analitik deskriptif cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah perawat yang ada di IGD RSUI Banyubening Boyolali dan RS PKU Aisyiyah Boyolali. Teknik sampling dalam penelitian ini dengan total sampling sebayak 30 responden. Intrumen penelitian menggunakan alat ukur NEDOCS (National Emergency Department Overcrowding Scale dan kuesioner Initial Assesment. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Spearman's rho.
Hasil : Penelitian kondisi overcrowded di IGD Rumah Sakit Wilayah Boyolali sebagian besar dalam kategori level 4 (Overcrowded) yaitu 12 responden (40,0%). Menunjukkan ketepatan Tindakan Initial Assessment dalam kategori tepat yaitu 17 responden (56,7%). Dalam kategori kurang tepat yaitu 13 responden (43,3%). Hasil uji Spearman's rho didapatkan nilai r = - 0,707 nilai p-value 0,000 < 0,05.
Kesimpulan : ada hubungan antara kondisi overcrowded dengan Ketepatan Tindakan Initial Assessment di IGD Rumah Sakit Wilayah Boyolali.
Kata kunci : Kondisi Overcrowded, Ketepatan Initial Assesment, Instalasi Gawat Darurat.