Institusion
Universitas Kusuma Husada Surakarta
Author
Endhang Tri Wijayanti, Endhang
Subject
Datestamp
2024-04-24 03:39:49
Abstract :
Latar belakang : Gagal ginjal kronik adalah gangguan fungsi ginjal yang progresif dan tidak dapat pulih kembali, dimana tubuh tidak mampu memelihara metabolisme, gagal memelihara keseimbangan cairan dan elektrolit yang berakibat pada peningkatan ureum. Skenario kasus: Pasien sudah menjalani terapi hemodialisa sejak bulan September 2018 pasien rutin HD setiap 1 minggu 2x pada hari Senin dan Kamis pagi. Pasien mengatakan jika berat badan sering naik dan pasien mengatakan sering haus saat waktu menjalani terapi hemodialisa maupun selama dirumah. Strategi penelusuran bukti: P (Patient) CKD (Chronic Kidney Disease), I (Intervention) Ice Cube, C (Comparison Intervention) (-),O (Outcome) Menurunkan rasa haus. Pembahasan: pasien diberikan lembar Informed Consent dan Kuesioner Instrumen Visual Analogue Scale (VAS) for Assessment of Thirst Intensityi. Untuk kuesioner di bagikan saat pre HD dan post HD setelah diberi kuesioner hemodialisa pemberian ice cube yang dilakukan 1x4 jam, 1 hari 10 ice cube jadi untuk setiap 1 jam di berikan 2 ice cube selama 4 jam di berikan dengan cara mengulum ice cube selama 5 menit.