Institusion
Universitas Kusuma Husada Surakarta
Author
Anindya Rizka Auliantono, Anin
Subject
Datestamp
2024-06-26 06:41:09
Abstract :
ABSTRAK
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) menimbulkan ketidaknyamanan karena ditandai kesulitan bernapas. Penatalaksanaan yang dapat dilakukan yaitu farmakologi dan non farmakologi. Salah satu penerapan non farmakologi yaitu pursed lips breathing. Penerapan implementasi diberikan kepada dua pasien ppok dengan kriteria inklusi saturasi oksigen <95%, frekuensi napas >24x/menit di ruang instalasi gawat darurat dengan kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.
Sebelum pemberian pursed lips breathing, RR pasien 30x/menit, setelah pemberian dan monitoring selama 4 jam RR menjadi 23x/menit dan SpO2 dari 92% menjadi 95%. Pada pasien kelompok kontrol, sebelum pemberian posisi semi fowler RR 29x/menit dan sesudah perlakuan menjadi 25x/menit sedangkan SpO2 dari 94% menjadi 95%.
Dari penelitian ini adalah setelah dilakukan intervensi pursed lips breathing dan posisi pronasi terjadi perbaikan pernapasan pada pasien dispnea yang ditandai dengan adanya peningkatan nilai PEF, SPO2 serta penururnan frekuensi pernapasan.
Kata kunci : pursed lips breathing, dyspnea, PPOK