Institusion
Universitas Kusuma Husada Surakarta
Author
FAJAR NUR ROCHIMAH, FAJAR
Subject
Datestamp
2024-08-17 07:36:03
Abstract :
Hipoglikemia karena penurunan sekresi insulin, penurunan kinerja insulin, atau keduanya adalah tanda penyakit metabolik yang dikenal sebagai diabetes mellitus. Menurut data Kemenkes tahun 2019, prevalensi DM di Indonesia sebesar 7,9%, meningkat menjadi 8,5% pada tahun 2020. Studi ini bertujuan untuk menentukan apakah pengetahuan pasien DM dengan insulin di Poli Penyakit di RSUD Bagas Waras Klaten dipengaruhi oleh pelatihan pencegahan hipoglikemia yang diberikan melalui buku bergambar dan boneka. .Studi ini menggunakan desain praeksperimental dengan rancangan pre-post satu. Sebelum intervensi dilakukan, kelompok subjek diamati, dan kemudian diamati lagi setelah intervensi. Dalam penelitian yang dilakukan dari November 2023 hingga Maret 2024, 43 pasien DM tipe II yang menggunakan insulin di Hasil tes yang dilakukan sebelum intervensi pada 43 subjek menunjukkan bahwa 6 responden (14%) memiliki tingkat pengetahuan Baik, 24 responden (55,8%) memiliki tingkat pengetahuan Cukup, dan 13 responden (30,2%) memiliki tingkat pengetahuan Kurang. Nilai pengetahuan Baik meningkat menjadi 18 orang yang menjawab (41,9%), nilai pengetahuan Cukup meningkat menjadi 25 orang yang menjawab (58,1%), dan nilai pengetahuan Kurang hilang. Seperti yang ditunjukkan oleh hasil uji statistik wilcoxon, nilai p value = 0,001 (p < 0,05) menunjukkan bahwa instruksi pencegahan hipoglikemia yang diberikan melalui buku bergambar dan boneka berdampak pada tingkat pengetahuan pasien DM dengan insulin di Poli Penyakit RSUD Bagas Waras Klaten.