Abstract :
Anak prasekolah berusia 3-6 tahun, dikenal sebagai The Wonder Yers, memiliki rasa ingin tahu tinggi dan sangat aktif. Pada periode ini, mereka berperan sebagai penjelajah,
ilmuwan, seniman, dan peneliti. Perkembangan motorik halus, yang melibatkan keterampilan otot-otot kecil dengan koordinasi mata dan tangan, sangat penting untuk
kesejahteraan anak. Keterlambatan dalam perkembangan ini dapat menyebabkan kesulitan akademik, kurang percaya diri, dan masalah dalam fungsi sosial. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis pengaruh terapi bermain leaf printing terhadap motorik halus anak prasekolah di TK DAYU 01. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-
eksperimental dan posttest only control group design, sampel penelitian terdiri dari 38 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok intervensi yang diberikan terapi leaf printing memiliki perkembangan motorik halus normal sebanyak 89,5%, dibandingkan dengan kelompok kontrol yang diberikan terapi menggambar sebanyak 65,8%. Uji mann-
whitney menunjukkan perbedaan signifikan dalam perkembangan motorik halus antara kelompok intervensi dan kontrol dengan p value 0,014 dengan mean rank menggambar lebih tinggi (43,00) dibandingkan dengan leaf printing (34,00), dengan analisis menggambar lebih efektif daripada leaf printing.