Institusion
Universitas Kusuma Husada Surakarta
Author
Bintari Oktavia Anggraeny, Bintari
Subject
Datestamp
2024-09-11 07:23:05
Abstract :
Harga diri lansia adalah keyakinan lansia dalam kemampuan bertindak dan menghadapi tantangan hidup. Harga diri lansia dapat mengalami perubahan dimana seringkali muncul perasaan tidak berguna dan tidak berharga. Sebanyak 80% lansia yang berumur 65 tahun ke atas akan mengalami masalah kesehatan psikis yaitu harga diri rendah. Lansia yang tinggal di panti akan mengalami harga diri rendah ditandai dengan perasaan minder, terasingkan, disingkirkan, dan merasa tak berguna. Art drawing therapy menjadi salah satu terapi nonfarmakologi yang mampu mengelola stress dan meningkatkan harga diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh art drawing therapy terhadap peningkatan harga diri lansia di Panti Usia Lanjut Aisyiyah Sumber, Surakarta.
Penelitian termasuk penelitian kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan quasi experimen dengan nonequivalent (pre-test dan post-test) control group design. Populasi dari penelitian ini sebanyak 30 lansia dengan teknik pengambilan sampel total sampling yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu 15 responden kelompok eksperimen dan 15 responden kelompok kontrol. Intrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner Rosenberg?s Self-Esteem Scale (RSES). Pengolahan data menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = .001 < 0.05, artinya terdapat pengaruh art drawing therapy terhadap peningkatan harga diri. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan nilai p-value = .000 < 0.05, artinya terdapat perbedaan peningkatan harga diri lansia pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan pemberian art drawing therapy terhadap peningkatan harga diri lansia di Panti Usia Lanjut Aisyiyah Sumber, Surakarta.
Kata Kunci : Lansia, Art Drawing Therapy, Harga Diri
Daftar Pustaka : 27 (2018-2023)