DETAIL DOCUMENT
Tata Letak Display Obat-Obatan Di Toko Obat SSS Dengan Aturan Asosiasi Data Mining
Total View This Week0
Institusion
Universitas Katolik Musi Charitas
Author
Wijaya, Wendy
Subject
Q Science (General) 
Datestamp
2019-01-11 02:09:53 
Abstract :
Seringkali Toko obat mengalami permasalahan yang berhubungan dengan pelayanan konsumen. Karyawan toko sering lupa dengan letak/posisi barang tersebut, sehingga banyak konsumen merasa kecewa dengan pelayanan yang diberikan tidak efektif dan efisiennya. Kekecewaan tersebut bisa menyebabkan konsumen pergi dari toko tersebut. Permasalahan ini sering terjadi pada Toko obat SSS, pemilik toko menginginkan penghasilan yang lebih dari hasil penjualannya. Tetapi hal ini belum dapat terpenuhi hingga saat ini. Oleh karena itu, peneliti ingin mengusulkan suatu penyelesaian permasalahan untuk toko obat SSS yaitu dengan memberi usulan terhadap letak atau posisi obat-obatan maupun barang jualan yang ada. Posisi obat-obatan dapat ditata secara sedemikian rupa dengan menggunakan Data Mining. Peneliti menggunakan Aturan asosiasi dengan bantuan program SPSS Clementine 10.1. Bila posisi obat telah diatur sedemikian rupa, pelayanan terhadap konsumen bisa efektif dan efisien sehingga penghasilan di toko tersebut bisa meningkat. Data yang diambil adalah nota pembelian konsumen. Data tersebut diproses dengan bantuan program SPSS Clementine. Data yang diambil cukup banyak yaitu 305 data dari ±255 jenis merk obat. Nilai confidence terbesar adalah yang diperoleh dari pengolahan data adalah 34.641% dengan consequentnya Kapsulma sedangkan antecedent Safe Care dengan support sebesar 33.962%. Hasil yang diperoleh digunakan untuk menata ulang posisi obat-obatan agar memudahkan karyawan dalam melayani konsumen. Setelah ditata ulang dan dilakukan pelayanan terhadap konsumen selama 1 bulan, ternyata hasilnya menjadi menjadi lebih efektif dan efisien. Waktu pengambilan obat lebih cepat 59,42% dan jarak yang ditempuh karyawan menjadi lebih pendek 87,33% serta penghasilan meningkat sebesar 77,78% setelah diterapkannya penelitian tersebut. Karyawan bekerja jauh lebih baik dalam melayani konsumen dibandingkan sebelum dilakukan perubahan letak posisi obat-obatan. Peneliti tidak mengubah posisi letak fasilitas tetapi posisi obat-obatan tersebut dan juga memberi saran agar fasilitas yang kurang berguna disana segera disingkirkan karena tempatnya cukup kecil sehingga mengganggu gerak pemilik/karyawan yang sedang bekerja. 
Institution Info

Universitas Katolik Musi Charitas