Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris apakah faktor fundamental (current ratio, debt to equity, dan return on asset) dan ekonomi makro (inflasi dan tingkat suku bunga) memiliki pengaruh terhadap risiko sistematis terhadap perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2005-2009 serta telah memenuhi beberapa kriteria. Penelitian ini menggunakan 51 perusahaan yang dijadikan sebagai sampel dengan menggunakan metode purposive sampling. Penelitian menggunakan teknik analisis regresi berganda. Sebelumnya dilakukan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, multikolinearitas, heterokedastisitas, dan autokorelasi. Hasil penelitian dengan menggunakan uji t menunjukkan bahwa faktor fundamental (current ratio, debt to equity, dan return on asset) dan ekonomi makro (inflasi dan tingkat suku bunga) tidak berpengaruh signifikan terhadap risiko sistematis. Hasil penelitian dengan menggunakan uji F menunjukkan bahwa faktor fundamental (current ratio, debt to equity, dan return on asset) dan ekonomi makro (inflasi dan tingkat suku bunga) secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap risiko sistematis.