Abstract :
Persoalan penilaian kinerja supplier masalah penting dalam perusahaan.
Dengan sistem model penilaian kinerja yang bagus akan menghasilkan kemampuan
supplier untuk menjamin ketersediaan bahan baku untuk produksi di perusahaan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan model penilaian kinerja
supplier dengan metode analytic network process.
Kerangka berpikir dari penelitian ini terdiri dari empat tahapan besar yaitu
proses pengembangan kriteria dan subkriteria dalam penilaian kinerja supplier,
proses penentuan ketergantungan antar subkriteria, proses pembobotan
kriteria/subkriteria, serta proses penilaian pemasok Proses pembobotan kriteria
dihasilkan dari dua data yaitu data bobot kriteria tanpa dependency dan kriteria
bobot dengan dependency. Proses pengembangan kriteria dan subkriteria berasal
dari penilaian dan diskusi dari pihak expert yang berada pada perusahaan tempat
studi kasus penelitian dilakukan. Proses penilaian pemasok dilakukan dengan
memberikan penilaian menggunakan skala yang sudah ditetapkan diperusahaan.
Hasil dari metode ini adalah diketahuinya bobot kemampuan setiap supplier.
Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa metode ANP terbukti tepat
digunakan dalam penilaian kinerja supplier karena subkriteria yang digunakan
memiliki ketergantungan satu sama lain, serta mampu meminimalisasi
ketidakpastian atau ketidaktepatan dalam melakukan penilaian. Dengan
menggunakan metode ini telah dikembangkan indikator penilaian kinerja supplier
yaitu 5 kriteria dan 17 subkriteria. Dari hasil penelitian ini yang memiliki bobot
paling tinggi yaitu kriteria harga dan subkriterianya yaitu periode tagihan
pembayaran yang mempengaruhi sebanyak 6 kriteria lainnya .