Abstract :
Initial Public Offering (IPO) merupakan kegiatan penawaran saham perusahaan
untuk pertama kalinya di pasar perdana. Saham pada pasar perdana umumnya
diminati para investor karena memberikan initial return. Initial return yang tinggi
mengindikasikan saham perdana perusahaan yang melakukan IPO mengalami
fenomena Underpricing. Underpricing adalah keadaan dimana harga saham pada
saat IPO di pasar perdana menjadi murah dibandingkan harga penutupan hari
pertama di pasar sekunder.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variabelvariabel
keuangan dan non keuangan terhadap besarnya tingkat Underpricing
pada perusahaan yang listing dan melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia periode
2008-2012. Variabel keuangan yang digunakan adalah Debt to Equity Ratio,
Return on Assets dan Earning per Share. Sedangkan variabel non keuangan yang
digunakan adalah Umur Perusahaan, Reputasi Underwriter dan Jenis Industri.
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan metode
purposive sampling, pada periode tersebut diperoleh 45 sampel perusahaan dari 95
perusahaan yang dapat digunakan dalam penelitian ini. Metode yang digunakan
adalah analisis regresi berganda dengan tingkat signifikansi 5%.
Hasil analisis regresi menunjukkan variabel Debt to Equity Ratio, Return
on Assets, Earning per Share, Umur Perusahaan, Reputasi Underwriter dan Jenis
Industri berpengaruh terhadap besarnya tingkat Underpricing baik secara
simultan. Sedangkan hanya variabel Return on Assets dan Reputasi Underwriter
yang berpengaruh terhadap besarnya tingkat Underpricing secara parsial.