Abstract :
Dalam menghadapi persaingan bisnis, suatu badan usaha haruslah benar-benar memperhatikan hal yang sangat fundamental yaitu berkenaan dengan penggunaan dana yang nantinya akan mempengaruhi tingkat pengembalian atau profitabilitas. Dalam kondisi tertentu perusahaan dapat memenuhi kebutuhan dananya dengan mengutamakan sumber dana yang berasal dari dalam, namun karena adanya pertumbuhan perusahaan, maka mengakibatkan kebutuhan dana makin besar, sehingga dalam memenuhi sumber dana tersebut, perusahaan dapat menggunakan sumber dana dari luar perusahaan yaitu hutang. Selain membutuhkan pendanaan, membahas tentang profitabilitas yang akan dicapai, tidak akan terlepas akan biaya operasional yang dikeluarkan oleh perusahaan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memberikan bukti empiris pengaruh penggunaan hutang dan biaya operasional terhadap profitabilitas. Analisis ini menggunakan variabel independen hutang jangka pendek atas asset, hutang jangka panjang atas asset, total hutang atas asset, biaya produksi, biaya pemasaran dan biaya administrasi dan umum. Variabel dependennya adalah profitabilitas. Profitabilitas dihitung menggunakan ROE.
Sampel yang digunakan adalah data sekunder yang berasal dari laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2010-2013. Sampel diambil dengan metode purposive sampling dan yang memenuhi kriteria pemilihan sampel. Sampel yang digunakan sebanyak 260 perusahaan. Metode statistik menggunakan analisis Regresi Linear Berganda dengan pengujian hipotesis uji statistik t dan uji statistik F.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel independen yang terdiri atas STD, LTD, biaya produksi, biaya pemasaran, biaya administrasi dan umum berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity (ROE). Sedangkan Secara parsial variabel STD, biaya produksi, biaya pemasaran, biaya administrasi dan umum berpengaruh signifikan terhadap ROE, variabel LTD tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity (ROE). Variabel Total Debt to Asset (TDA) tidak dapat dimasukkan dalam penelitian ini karena terdapat adanya multikolinearitas. Sedangkan model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen.