Abstract :
Banyaknya perusahaan delisting dari BEI dipicu oleh perusahaan yang tidak bisa
menjaga kelangsungan hidup usahanya sehingga menyebabkan kebangkrutan.
Kebangkrutan ditandai oleh financial distress atau kesulitan keuangan. Penelitian
ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh rasio keuangan aktivitas, leverage, dan
profitabilitas dalam memprediksi financial distress. Populasi penelitian ini adalah
perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI 2012-2014. Berdasarkan metode
purpose sampling, sampel yang diperoleh sebanyak 120 perusahaan pada periode
2012-2014, sehingga diperoleh data sebanyak 360 data observasi. Adapun kriteria
financial distress dalam penelitian ini di ukur dengan menggunakan variabel
dummy, sehingga uji regresi yang digunakan adalah uji regresi logisitik. Dan
diadapatkan 51 data perusahaan yang diindikasi mengalami financial distress.
Hasil penelitian variabel aktivitas (X1) memiliki tingkat signifikan
sebesar 0,075 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel aktivitas tidak
berpengaruh terhadap prediksi financial distress. Untuk variabel leverage (X2)
mempunyai tingkat signifikan sebesar 0,003 < 0,05 yang artinya leverage dapat
digunakan untuk memprediksi financial distress. Sedangkan variabel profitabilitas
(X3) mempunyai tingkat signifikan 0,000 < 0,05 yang berarti profitabilitas
memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prediksi financial distress.