Abstract :
SINARDI. Implementasi Pembelajaran Tafsir Al Qur?an Di pondok
Pesantren Minhajurrosyidin Gresik . Skripsi. Gresik : Fakultas Agama Islam
Universitas Muhammadiyah , 2014.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis
penerapan Implementasi Pembelajaran Tafsir Al Qur?an Di pondok Pesantren
Minhajurrosyidin Gresik serta faktor pendukung dan penghambatnya. Hasil
penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumbangsih bagi kegiatan pembelajaran
tafsir Al Qur`an secara umum dan dapat dipergunakan sebagai bahan evaluasi dan
pengembangan penerapan metode pembelajaran tafsir di Pondok Pesantren
Minhajurrosyidin Gresik .
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan mengambil latar
Pondok Pesantren Minhajurrosyidin Gresik. Pengumpulan data dilakukan dengan
mengadakan pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan
dengan memberikan makna terhadap data yang berhasil dikumpulkan, dan dari
makna itulah ditarik kesimpulan. Pemeriksaan keabsahandata dilakukan dengan
mengadakan triangulasi dengan dua modus, yaitu dengan menggunakan sumber
ganda dan metode ganda.
Hasil penelitian menunjukkan: (1) Proses pembelajaran tafsir Al Qur`an di
Pondok Pesantren Minhajurrosyidin Gresik terdiri dari dua bagian pokok, yakni:
penjelasan materi dan menanggapi respon dari jama`ah. Pada bagian penjelasan
materi terbagi menjadi tiga tahap, yaitu : pertama pengasuh membacakan ayatayat
Al Qur`an yang akan dibahas; kedua pengasuh memberikan makna ayat-ayat
tersebut kata demi kata; dan ketiga pengasuh memberikan penjelasan tentang
penafsiran ayat-ayat tersebut. (2) Dalam menyampaikan materi, pengasuh
menggunakan metode pembelajaran sebagai berikut: 1) Metode Ceramah, 2)
Metode Demonstrasi, 3) Metode Tanya Jawab, 4)Metode Diskusi, 5) Metode Bil
Mitsal/Analog, 6) Metode Bandongan, 7) Metode Repetisi, dan 8) Metode Bil
Hal/ Keteladanan. (3) Faktor pendukung penerapan metode pembelajaran tersebut
adalah: 1) Kuatnya karisma pengasuh di mata jama`ah, 2) Pengasuh mampu
mengolah kata / berretorika serta mampu mengenali karakter dan latar belakang
jama`ah dengan baik, 3) Penataan forum yang sudah cukup baik. Sedangkan
faktor penghambatnya adalah: 1) Tingkat heterogenitas jama`ah yang tinggi, 2)
Jama`ah yang menggunakan media pembelajaran seperti buku catatan masih
sedikit, 3) mengemukakan pendapat/ bertanya untuk merespon materi masih
rendah.