DETAIL DOCUMENT
STUDI KOMPARASI KONSEP PEMIKIRAN PAULO FREIRE DAN AL-GHAZALI TENTANG PENDIDIKAN
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Gresik
Author
Mukhanifah, Siti
Subject
Islamic Education 
Datestamp
2019-06-26 04:22:28 
Abstract :
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui komprasi konsep pendidikan menurut pemikiran Paulo Freire dan Al-ghazali menggunakan karya-karya mereka dan karya-karya penulis lain sebagai pendukung pembahasan ini. Dalam mencari acuan konseptual, maka dalam skripsi ini dikaji konsep, dimana Paulo Freire dengan konsep kebebasannya dan Al-ghazali dengan konsep pendidikan islam. Pada penulisan skripsi ini, digunakan pendekatan kualitatif deskriptif analisis kritis. Adapun jenis penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research). Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, dan analisa datanya menggunakanan alisis isi (content analysys) untuk membuat deskripsi tentang suatu keadaan obyektif. Adapun teknik analisanya menggunakan metode deskripsi, deduksi,induksi,kesinambungan historis dan menggunakan metode komparasi untuk menemukan letak persamaan dan perbedaan kedua konsep tersebut. Hasil penelitian ini adalah (1) Konsep yang ditawarkan oleh Paulo Freire memiliki corak radikal, karena berangkat dari perjuangannya yang melawan berbagai bentuk penindasan yang terjadi di zamannya. Menurutnya manusia sebagai subyek yang mampu merubah realitas.Dasar konsep pendidikannya dipengaruhi oleh filsafat dan teologi Thomas Aquinas serta beberapa pemikiran tokoh teologi sezamannya(2) Pemikiran pendidikan Al-Ghazali bercorak religius-etik. Corak tersebut dipengaruhi oleh penguasaannya di bidang sufisme, dalam kepribadiannya penuh nilai-nilai Islami, dan ajaran tasawuf. Ia lebih menekankan pada budi pekerti dan spiritualitas manusia. Tujuan pendidikannya adalah taqarrub kepada Allah yang bermuara pada kebahagiaan dunia dan akhirat, mengembangkan potensi manusia serta membentuk manusia yang berakhlak. Dalam prakteknya baik guru maupun murid memiliki sifat-sifat atau kewajiban yang harus dipenuhi.Guru adalah membimbing, meningkatkan, menyempurnakan dan menyucikan hati manusia sehingga dekat dengan sang Khaliknya. Sedangkan murid adalah orang yang memerlukan bimbingan dan pengarahan dari pendidik. Pendidik maupun peserta didik memiliki kode etik yang harus dipenuhi dalam proses pembelajaran. Metode, dianjurkan menggunakan metode yang bervariasi dan harus disesuaikan dengan usia, karakter dan daya tangkap siswa. Adapun macamnya ada dua: pendidikan agama meliputi hafalan, pemahaman, keyakinan, dan pembenaran;metode pendidikan akhlak yakni metode keteladanan dan metode pembiasaan. (3)Komparasi dari pendidikan Al-Ghazali dan Paulo Freire dapat dilihat dari sisi persamaan maupun perbedaannya. Persamaannya secara ekplisit terletak pada pengakuannya tentang keberadaan dan eksistensi manusia yang mana dengan fitrah kemanusiaan mampu melakukan sesuatu untuk tujuan hidupnya. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Gresik