Abstract :
Dry Bed Training adalah prosedur treatment komprehensif dimana mengajarkan
anak perilaku untuk menjaga tempat tidurnya tetap kering selama periode tidur
malam hari. Enuresis nokturnal adalah ketidakmampuan mengontrol buang air
kecil pada malam hari dimana seseorang seharusnya pada usia yang diharapkan
sudah dapat menahan urin (usia 5 tahun atau lebih). Tujuan penelitian adalah
menjelaskan efektivitas penerapan Dry Bed Training untuk mengurangi frekuensi
enuresis pada anak usia sekolah dasar.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan desain eksperimen kasus
tunggal, yaitu sebuah desain penelitian untuk mengevaluasi efek suatu perlakuan
(intervensi) dengan kasus tunggal. Peneliti menggunakan metode eksperimen
kasus tunggal dengan desain A-B-A-B Withdrawal. Penelitian ini mengambil unit
analisis individual. Teknik analisis data menggunakan analisis domain dan
taksonomi.
Berdasarkan hasil penelitian maka saran dapat diberikan kepada beberapa pihak
diantaranya adalah: (1) subjek, dengan keinginan kuat untuk sembuh dan
menjalani treatment dengan teratur, maka Dry Bed Training dapat digunakan
sebagai treatment untuk mengurangi perilaku mengompol, (2) Orangtua
diharapkan tetap melaksanakan treatment di rumah, memberikan motivasi kepada
anak, dan melatih anak untuk belajar merelaksasi kandung kemihnya, dan (3)
Peneliti selanjutnya, perlu adanya dilakukan persiapan mengenai jumlah sampel
yang lebih besar, kontrol lingkungan yang lebih ketat, sehingga hasil dari Dry Bed
Training dapat lebih baik.