Abstract :
Pola asuh yang diterapkan orang tua memiliki dampak negative maupun
positif, hubungan orang tua dan anak bersifat interaksional. Artinya, perilaku
orang tua akan mempengaruhi perilaku anak dan sebaliknya perilaku anak akan
mempengaruhi respon orang tuanya. Ketika perilaku orang tua mempengaruhi
perilaku anak remaja, bagaimana sikap remaja tersebut terhadap teman sebaya
karena dapat kita ketahui bahwa remaja lebih banyak menghabiskan waktu
bersama mereka yang sebaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
sejauhmana hubungan antara pola asuh otoriter dengan sikap remaja terhadap
teman sebaya di SMA Islam Duduksampeyan Gresik
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan
karakteristik permasalahannya, penelitian ini termasuk dalam penelitian
korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah remaja yang berusia 13 sampai
16 tahun yang masih aktif sekolah di SMA Islam Duduksampeyan Gresik.
Sedangkan metode pengumpulan data dari kedua variable menggunakan
kuesioner yang disusun dalam bentuk skala Likert. Untuk mengukur pola asuh
otoriter dengan sikap remaja terhadap teman sebaya dengan menggunakan
pilihan jawaban SS (Sangat Sesuai), S (Sesuai), CS (Cukup Sesuai), TS (Tidak
Sesuai), STS (Sangat Tidak Sesuai).
Data dari kedua variable diolah dengan teknik statistic korelasi Product
Moment dengan taraf signifikansi 5 %. Dapat diketahui bahwa r = 0,465, p =
0,000; p < 0,05. Karena taraf signifikasi p lebih kecil dari 0,05, maka Ha
diterima.
Jadi ada hubungan yang signifikan antara pola asuh otoriter dengan sikap
remaja terhadap teman sebaya.