Abstract :
Setiap orang tua ingin anaknya terlahir dengan keadaan sempurna, tapi dalam
realitanya tidak semua anak terlahir dengan keadaan sempurna semuanya mempunyai
kelebihan dan kekurangan. Tidak semua orang tua dapat menerima keadaan anaknya
yang memiliki kekurangan. Banyak orang tua yang malu dan kurang percaya diri
dengan keadaan anaknya yang memiliki kekurangan sehingga banyak orang tua juga
tidak bisa menerima keadaan yang dimiliki anaknya. tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui gambaran penerimaan orang tua yang memiliki anak penyandang autis.
Tipe penelitian ini kualitatif deskriptif. Subjek penelitian sebanyak 2 orang tua
yang terdiri dari masing-masing ayah dan ibu. Metode pengumpulan data yang digunakan
yaitu wawancara tak terskruktur, observasi partisipasi pasif. Berdasarkan hasil analisis
penelitian ini berdasarkan bentuk-bentuk penerimaan orang tua secara keseluruhan dua
orang tua dapat menerima sepenuhnya kondisi anak mereka yang didiagnosa
menyandang autisme. Hal ini terlihat dari bagaimana subjek memahami keadaan anak
apa adanya baik itu tingkah laku positif, negatif, kelebihan, serta kekurangan anak,
memahami kebiasaan-kebiasaan anakdalam kesehariannya, menyadari apa yang bisa dan
belum bisa dilakukan anak, memahami penyebab perilaku buruk dan baik yang dilakukan
anak, membentuk ikatan batin yang kuat yang akan diperlukan dalam kehidupan dimasa
depan dan mengupayakan alternatif penanganan sesuai dengan kebutuhan masing-masing
anak