Abstract :
sesuai dengan partisipasinya menurut waktu akan mengakibatkan biaya bahan
bakar yang digunakan persatuan waktu turut berubah-ubah pula. Oleh karena itu,
pola pembagian beban yang optimal dan ekonomis antara pembangkit tiap blok
yang sedang beroperasi sangat diperlukan untuk mencapai pembangkitan dengan
jumlah biaya bahan bakar minimal.
Untuk mengurangi biaya bahan bakar maka penjadwalan optimal unit
pembangkit termal di PLTGU PT. PJB UP. Gresik perlu dilakukan. Permasalahan
yang menyangkut penjadwalan terdiri dari dua masalah yang berhubungan yaitu
unit commitment dan economic dispatch. Dalam penelitian ini didiskusikan studi
perhitungan pembebanan ekonomis dengan pemodelan unit commitment yang
menerapkan metode priority list dengan dynamic programming dan economic
dispatch dengan metode lagrange. Dalam proses perhitungannya digunakan
software Java FX 2 sebagai bahasa pemrogramannya.
Hasil optimasi dengan pemodelan Unit Commitment dan Economic Dispatch
dengan data sample tanggal 31 Maret 2013 dengan kisaran beban ±1050 MW
yang menggunakan berbagai konfigurasi blok dan unit-unit pembangkit
menghasilkan biaya sebesar US$ 609.730,312, lebih murah US$ 165.180,0351
daripada pembebanan riil di PLTGU PT. PJB UP. Gresik sebesar US$
774.910,3471 dalam waktu satu hari. Hal ini menunjukkan bahwa optimasi
pembebanan ekonomis dengan model Unit Commitment yang mengembangkan
metode Priority List dan Dynamic Programming dan model Economic Dispatch
dengan metode Lagrange mampu menghasilkan solusi yang lebih optimal
dibandingkan dengan pembangkitan riil PLTGU PT. PJB UP. Gresik.