Abstract :
Persediaan berkaitan dengan penyimpanan bahan baku/bahan setengah jadi/barang jadi untuk dapat memastikan lancarnya suatu sistem produksi atau kegiatan bisnis bagi suatu perusahaan/industri. Bagi perusahaan/industri yang bergerak dalam menghasilkan produk perishable (penurunan nilai setelah waktu tertentu), seperti pada perusahaan/industri makanan dan bahan kimia, masa kadaluarsa bahan baku/barang merupakan faktor penting yang tidak dapat dilepaskan dalam perencanaan model persediaan. Metode EOQ (Economic Order Quantity) adalah sebuah metode persediaan barang yang dapat digunakan untuk mengetahui berapa jumlah persediaan terbaik yang dibutuhkan perusahaan untuk menjaga kelancaran proses produksinya. Metode ini dapat digunakan perencanaan secara berulang-ulang sesuai kebutuhan, maka dari itu dipilih Metode EOQ ini sebagai metode yang paling tepat untuk merencanakan pesanan bahan baku dengan mempertimbangkan masa kadaluarsa untuk tahun-tahun berikutnya. Lama selang waktu siklus optimal adalah sama yaitu selama 7 hari. Jumlah persediaan bahan baku pisang agung optimal adalah sebanyak 19 tandan, pisang kepok adalah sebanyak 6 tandan, pisang cavendish adalah sebanyak 8 tandan. Total biaya persedian bahan baku pisang agung selama satu tahun adalah Rp 92.937.846, pisang kepok adalah Rp 60.210.528, pisang cavendish adalah Rp 105.281.257. Total biaya persediaan bahan baku kumulatif yang akan dikeluarkan perusahaan selama satu tahun dari ketiga jenis pisang tersebut adalah Rp 258.429.631.