Abstract :
Matematika merupakan ilmu pengetahuan yang mempunyai peran penting
dalam berbagai disiplin ilmu, matematika juga dikatakan sebagai bekal
pengetahuan dari permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Tingkat
pengembangan dan karakteristik peserta didik SD berada pada tahap operasi
konkrit, pada tahap ini perkembangan peserta didik merupakan suatu kesatuan
yang utuh dan hanya mampu memahami hubungan antara konsep secara
sederhana. Dalam kenyataan di kehidupan sehari-hari tidak ada satu fenomena
alam yang terjadi secara terpisah, namun bersifat kompleks dan terpadu, seperti
halnya manusia yang tidak dapat hidup sendiri karena manusia adalah makhluk
sosial. Untuk itu peneliti menggunakan model pembelajaran terpadu dengan
tipe jaring laba-laba (webbed) yaitu model pembelajaran yang diawali dalam
suatu tema tertentu yang akan di kaitkan dengan materi satu dengan materi lain
atau konsep tertentu dengan konsep lain, baik dalam satu maupun lebih dari
bidang studi. Peneliti mengambil 4 bidang studi yang dipadukan dan di
hubungkan dengan keterampilan sosial peserta didik dengan menggunakan
tema ?pekerjaan?, pada bidang studi IPS peserta didik akan mempelajari
bagaimana kehidupan bersosial masyarakat, pada bidang studi IPA peserta
didik mempelajari bagaimana keadaan lingkungan yang ada disekitar peserta
didik, pada bidang studi Bahasa Indonesia peserta didik mempelajari
bagaimana berkomunikasi yang baik, sedangkan pada bidang studi matematika
dapat di jadikan bekal dari permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.tujuan
dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan
sosial peserta didik dan untuk mengetahui respon dari peserta didik melalui
model pembelajaran terpadu ini. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan
subyek penelitian peserta didik kelas III SDN Glagah II Lamongan.hasil
analisis data menunjukkan pada semua aspek jumlah persentase keterampilan
sosial peserta didik pada skor 0, skor 1 dan skor 2 pada tiap pertemuan
mengalami penurunan sedangkan jumlah persentase keterampilan sosial peserta
didik pada skor 3 dan skor 4 mengalami peningkatan pada tiap pertemuan,
maka dikatakan keterampilan peserta didik meningkat. Dari hasil angket respon
peserta didik, persentase respon peserta didik T > R maka respon peserta didik
dikatakan tinggi.