Abstract :
Dalam pembelajaran matematika seringkali guru yang bertugas sebagai pengelola
pembelajaran menggunakan pendekatan pembelajaran yang hanya berpusat pada guru
(teacher centered approach), sehingga peserta didik kurang mendalami konsep yang
dipelajari. Oleh karena itu dalam pembelajaran matematika guru harus menggunakan
pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan
menjadikan pembelajaran yang aktif dan bermakna bagi peserta didik. Untuk
mengatasi masalah tersebut, maka perlu diciptakan formula pembelajaran yang tepat,
sehingga dapat meningkatkan keaktifan dan motivasi peserta didik dalam pembelajaran
matematika. Para guru terus berusaha menyusun dan menerapkan berbagai pendekatan
pembelajaran yang bervariasi agar peserta didik lebih tertarik dan lebih aktif dalam
belajar matematika. Salah satunya dengan penerapan pendekatan pembelajaran berbasis
otak atau Brain Based Learning.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah
peserta didik kelas VIII G SMP Negeri 1 Manyar yang berjumlah 30 peserta didik.
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes dan angket dengan
instrumen penelitian lembar pengamatan pengelolaan pembelajaran, lembar
pengamatan aktivitas peserta didik, soal tes hasil belajar dan angket respon peserta
didik.
Hasil analisis data menunjukkan Kemampuan guru dalam mengelola
pembelajaran dengan pendekatan Brain Based Learning dikategorikan baik, aktivitas
peserta didik selama pembelajaran dengan pendekatan Brain Based Learning
dikategorikan baik, ketuntasan klasikal dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang
ditetapkan sekolah tercapai dan untuk respon peserta didik terhadap pembelajaran
dengan pendekatan Brain Based Learning , dinyatakan respon mereka positif. Karena
dari seluruh indikator tersebut tercapai.