Abstract :
PT.Petro Jordan Abadi hasil produksi berefek samping pada limbah pabrik yang
dapat merusak ekosistem lingkungan terutama pada air, maka untuk proses
penetralan limbah B3 dilakukan pengolahan dengan zat kimia antara lain CaOH2,
NaOH, Tawas dan Polimer. Pada proses pengolahannya untuk proses pemberian
kosentrat polimer selalu masih belum sesuai, dimana polimer diberikan terlalu
sedikit, zat B3 hasil produksi tidak terikat dengan baik dan jika polimer diberikan
terlalu banyak maka hasil terlalu kental dan merugikan perusahaan karena harga
yang mahal.
Penggunaan Fuzzy Inferensi Sistem yaitu Metode Tsukamoto, lebih sesuai
dikarenakan perhitungan metode tsukamoto mendekati dengan hasil perhitungan
perusahaan. Dikarenakan pada proses fuzzy Inferensi sistem metode Tsukamoto
lebih mudah dilakukan dengan menentukan fungsi dari keanggotaan dan
menentukan nilai bobot (fire strenght) dari masing-masing kriteria dan
membandingkannya dengan operator fuzzy, dan proses penentuan nila ? predikat
dari masing-masing aturan, sehingga hasil untuk proses penentuan waktu kerja
dapat lebih mudah dan efektif
Proses perhitungan FIS metode Tsukamoto didapatkan hasil perhitungan yang
sesuai dengan kebutuhan dari polimer pada perusahaan, untuk proses perhitungan
antara Tsukamoto mampu memberikan solusi perhitungan polimer sehingga
mengalami efesiensi takaran polimer. Seperti pada kasus berikut :untuk Limbah
B3 10200 ltr dengan metode tsukamoto didapatkan hasil nilai 1976.46633 Ltr,
sedangkan untuk hasil perusahaan didapatkan nilai perhitungan 2100 ltr sehingga
mendapatkan selisih nilai dari hasil perhitungan perusahaan maka didapatkan
selisih nilai 124.6483001 Ltr. yang hasilnya sama dan dapat terikat dengan baik.