Abstract :
Matematika diberikan sebagai pelajaran di sekolah dengan tujuan untuk
mengembangkan kreativitas siswa. Akan tetapi, pada kenyataannya kreativitas
siswa terutama dalam pengajuan dan pemecahan masalah masih kurang
diperhatikan oleh guru, karena siswa seringkali hanya diberi soal-soal yang
konvergen. Oleh karena itu keberadaan model maupun perangkat pembelajaran
dapat memotivasi dan mengarahkan pembelajaran matematika yang berorientasi
pada kemampuan berpikir kreatif. Untuk dapat membantu mengembangkan
kemampuan berpikir kreatif siswa dapat digunakan model pembelajaran
pengajuan dan pemecahan masalah (JUCAMA). Tujuan dari penelitian ini yaitu
untuk mengetahui korelasi antara kemampuan siswa dalam pengajuan masalah
dengan kemampuan berpikir kreatif siswa.
Penelitian ini adalah penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah
seluruh peserta didik kelas VIII MTs Negeri Gresik tahun pelajaran 2012-2013,
sedangkan sampel penelitian sebanyak 36 peserta didik (satu kelas) yang dipilih
dengan teknik random sampling. Instrumen penelitian yang dipergunakan
adalah dengan pemberian tes. Sebelum pelaksanaan penelitian dilakukan uji
validitas dan reliabititas terlebih dahulu terhadap instrument penelitian.
Dari analisis data dapat disimpulkan bahwa: ada hubungan antara
kemampuan siswa dalam pengajuan masalah dengan kemampuan berpikir
kreatif siswa. Dengan koefisien korelasi sebesar 0,544 jadi tingkat hubungan
antara kemampuan siswa dalam pengajuan masalah dengan kemampuan
berpikir kreatif siswa adalah cukup kuat