Abstract :
Soal cerita mempunyai peranan penting dalam pembelajaran
matematika karena siswa akan lebih mengetahui hakekat dari suatu
permasalahan matematika. Selain itu, soal cerita sangat bermanfaat untuk
perkembangan proses berpikir siswa karena dalam menyelesaikan masalah
yang terkandung dalam soal cerita, diperlukan langkah-langkah
penyelesaian yang membutuhkan pemahaman dan penalaran. Salah satunya
adalah langkah penyelesaian masalah menurut Polya, yaitu meliputi langkah
memahami masalah, menyusun rencana penyelesaian, melaksanakan rencana
penyelesaian, dan memeriksa kembali. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita berdasarkan
Polya ditinjau dari kemampuan matematikanya.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek
dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-B MTs N Gresik tahun ajaran
2012-2013 yang terdiri dari 38 siswa. Untuk memperkuat hasil tes subjek
secara tertulis, dipilih 3 subjek untuk wawancara. Ketiga subjek tersebut dipilih
berdasarkan hasil tes kemampuan dalam menyelesaikan soal cerita, yang
dikelompokkan kedalam 3 kelompok yaitu kelompok atas, kelompok sedang,
dan kelompok rendah. Pengelompokan ini berdasarkan nilai tes matematika
pada materi luas permukaan dan volume balok.
Berdasarkan analisis data hasil tes dan diperkuat oleh hasil wawancara
dapat disimpulkan bahwa: (1) Siswa yang berkemampuan tinggi cenderung
dalam menyelesaiakn soal cerita menggunakan langkah-langkah Polya secara
menyeluruh, yang terdiri dari memahami masalah, menyusun rencana
penyelesaian, menyelesaikan masalah, dan memeriksa kembali, tetapi dalam
tahap memeriksa kembali subjek tidak memenuhi satu indikator yaitu tidak
menuliskan kesimpulan jawaban yang diperoleh. (2) Siswa yang
berkemampuan sedang dalam menyelesaiakn soal cerita tidak menggunakan
langkah-langkah Polya secara menyeluruh, hanya memenuhi tahap memahami
masalah, menyusun rencana penyelesaian. Tetapi dalam memahami masalah
subjek tidak mengetahui maksud soal. Sedangkan dalam tahap melaksanakan
rencana penyelesaian dan memeriksa kembali subjek tidak melakukannya. (3)
Siswa yang berkemampuan rendah dalam menyelesaikan soal cerita tidak
menggunakan langkah-langkah Polya secara menyeluruh, hanya memenuhi
tahap memahami masalah, tetapi dalam memahami masalah subjek tidak
mengetahui maksud soal, sedangkan untuk tahap menyusun rencana
penyelesaian, melaksanakan penyelesaian, dan memeriksa kembali subjek
tidak melakukannya