Abstract :
Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak dapat lepas dari operasi hitung
penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan yang merupakan bagian dari
pembelajaran matematika. Berdasarkan hasil observasi terhadap guru dan siswa
kelas IV SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik ditemukan cara mengajar guru yang
masih bersifat konvensional dan pembelajaran yang kurang menyenangkan
mengakibatkan siswa merasa bosan dan tidak termotivasi untuk belajar
menyelesaikan soal cerita dengan baik. Salah satu upaya yang dilakukan peneliti
untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan metode probing prompting
question. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas guru dan
siswa dalam menyelesaikan soal cerita dengan metode probing prompting
question, dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam
menyelesaikan soal cerita dengan metode probing prompting question pada materi
operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan. Penelitian ini
merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dianalisis secara deskriptif,
dilaksanakan dalam dua siklus dengan tiga tahap penelitian, yaitu perencanaan,
pelaksanaan tindakan dan observasi, refleksi. Pada tiap siklusnya terdiri dari dua
pertemuan. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan tes. Hasil penelitian
pada siklus I menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mencapai 76,9%, hasil
observasi guru mencapai 71% dan hasil observasi siswa mencapai 71,5%.
Sedangkan hasil penelitian pada siklus II mengalami peningkatan dengan
persentase hasil belajar siswa mencapai 88,5%, hasil observasi guru mencapai
84,4% dan hasil observasi siswa mencapai 84,1%. Dari hasil tersebut dapat
disimpulkan bahwa dengan metode probing prompting question dapat
meningkatkan aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran dan meningkatkan
hasil belajar siswa pada materi soal cerita pecahan.