Abstract :
Tanaman kangkung merupakan jenis sayuran daun yang sudah lama
dikenal oleh banyak kalangan dan salah satu sumber bahan makanan yang bergizi
tinggi dan harganya dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Untuk
meningkatkan produktivitas tanaman kangkung dapat dilakukan dengan beberapa
cara, salah satunya adalah pemberian pupuk dangan jenis, dosis dan cara yang
tepat. Pupuk organik cair mengandung berbagai jenis unsur hara dan zat yang
diperlukan tanaman. Ferinsia (fermentasi urin manusia) merupakan pupuk organik
cair yang berasal dari urin manusia. Mengandung nitrogen, fosfat, dan sulfur
berbentuk inorganik terlarut sehingga secara langsung dapat diserap oleh
tumbuhan.
Penelitian ini dilaksanakan dilahan tegalan di Desa Masangan,
Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik pada bulan Juli sampai September 2011.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok
(RAK) dengan dua faktor yaitu dosis (D) dan waktu aplikasi (W). Perlakuan
ferinsia dengan dosis 1 ml l-1
atau 90 l ha-1
(D1), 3 ml l-1
atau 270 l ha-1
(D2), 5 ml
l
-1
atau 450 l ha-1
(D3), 7 ml l-1
atau 630 l ha-1
(D4) dan waktu aplikasi 7,14 hst
(W1), 10, 17 hst (W2). Diperoleh 8 interaksi perlakuan D1W1, D2W1, D3W1,
D4W1, D1W2, D2W2, D3W2, dan D4W2. Perlakuan interaksi diulang 3 kali
sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. Pengamatan dilakukan 4 kali secara nondestruktif yaitu pada 12, 17, 22, 27 hst dan destruktif pada 27 hst atau saat panen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis dan waktu aplikasi
ferinsia pada tanaman kangkung darat tidak menunjukkan perbedaan yang nyata
pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, bobot basah
tanaman, dan bobot kering tanaman.