Abstract :
Masa dewasa awal merupakan awal dari suatu tahap kedewasaan dalam
rentang kehidupan seseorang.Tugas perkembangan dewasa awal salah satunya
adalah membina hubungan intim dengan lawan jenis (Desmita, 2010:242).Dalam
menjalani hubungan seringkali individu tidak selalu dapat berdekatan dengan
pasangannya sehingga mereka melakukan hubungan pacaran jarak jauh atau Long
Distance Relationship. Individu yang menjalani pacaran jarak jauh mungkin akan
mengalami suatu konflik, jika tidak segera diselesaikan dapat mengakibatkan
frustasi atau bahkan stres dan dapat memberikan pengaruh langsung pada suatu
hubungan. Dukungan sosial dan motivasi diri merupakan beberapa hal yang dapat
membantu dalam menghadapi adanya stres (sumber coping). Mekanisme coping
merupakan cara yang digunakan seseorang untuk mengurangi stres dan mengatasi
masalah yang muncul. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahu jenis
mekanisme coping yang dilakukan pada perempuan yang menjalani hubungan
Long Distance Relationship.
Tipe penelitian ini adalah kualitatif studi kasusdeskriptif.Subyek penelitian
sebanyak 2 orang perempuan dewasa awal.Subjek berusia 21 tahun dan 25
tahun.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dengan
pedoman yang bersifat umum dan observasi langsung.Berdasarkan hasil analisis
data dapat disimpulkan alasan seorang perempuan menjalani hubungan Long
Distance Relationship adalah karena alasan pekerjaan.Masalah-masalah yang
terjadi ketika menjalani hubungan Long Distance Relationship adalah intensitas
bertemu berkurang, kurangnya intimasi fisik, adanya pihak ketiga, kurangnya
keterlibatan individu dalam aktifitas sehari-hari pasangan. Mekanisme coping
yang dilakukan untuk subjek pertama adalah Problem focused copingdalam
bentuk planning, seeking instrumental social support, active coping,Emotion
focused coping dalam bentuk denial, mental disengagement, focus and venting of
emotion,dan positive reinterpretation and growth. Sedangkan pada subjek kedua
mekanisme coping yang dilakukan adalah Problem focused coping dalam bentuk
planning, seeking instrumental social support,Emotion focused coping dalam
bentuk positive reinterpretation and growth.