Abstract :
Idealnya sebuah keluarga terdiri dari ayah, ibu dan anak namun tentu bukanlah
sebuah pilihan, ketika tatanan ideal itu kemudian tidak dapat berjalan dengan baik dalam
sebuah keluarga. Seorang duda atau laki-laki yang hidup sendiri karena bercerai atau
karena kematian istri tidaklah mudah, apalagi ketika mereka memiliki anak. Berbagai
tuntutan yang ada harus dijalani oleh duda seorang diri, peristiwa kematian pasangan
hidup merupakan peristiwa yang sangat menimbulkan stres serta dapat menggangu
kehidupan emosional. Ketika pasangan meninggal, pasangan yang ditinggalkan tidak
hanya kehilangan dukungan emosional, persahabatan, teman, namun harus menemukan
cara untuk memenuhi semua tugas-tugas dan tanggung jawab dalam keluarga.
Menemukan pengganti untuk mengisi peran yang kosong, atau mencoba untuk
melakukanya seorang diri dan tanpa dukungan. Sementara sebagai individu duda
memiliki kebutuhan yang menurut Maslow terdapat lima kebutuhan. Oleh karena itu
tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui tentang dinamika psikologis kebutuhan
duda ditinjau dari teori kebutuhan Maslow.
Tipe penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Subyek penelitian sebanyak 2
orang duda yang telah ditinggal oleh istrinya (meninggal) 1-2 tahun, yaitu usia 43 tahun
dan 48 tahun. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dengan
pedoman yang bersifat umum dan observasi langsung. Tehnik analisis yang digunakan
adalah analisis domain yaitu memperoleh gambaran yang umum dari objek peneliti atau
situasi sosial.
Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa ketika kedua duda
dihadapkan pada kebutuhan fisiologis terutama kebutuhan akan makan, minum kedua
duda tersebut relative tidak mengalami kendala. Tapi ketika kedua duda tersebut
dihadapkan pada kebutuhan seksual sebisa mungkin mereka mengabaikan atau
mengalihkan keinginanya tersebut dengan cara menyibukkan diri atau tidur agar
keinginannya tersebut dapat teralihkan. Sedangkan ketika dihadapkan pada kebutuhan
keamanan dan rasa aman kedua duda tersebut merasakan rasa tidak aman pada diri lakilaki yang menduda, karena pekerjaan yang dulu dilakukan oleh istrinya sekarang harus
dilakukan subjek seorang diri, hal ini dirasakan subjek sebagai bentuk ketidaknyamanan
dalam melakukan pekerjaan, sedangan permasalahan subjek 2 yaitu subjek harus berganti
profesi karena jika subjek tetap dengan profesi utamanya sebagai seorang nelayan subjek
merasa khawatir jika harus meninggalkan anak-anaknya sendiri dirumah karena
lingkungan tempat tinggal subjek sangat sepi. Dalam menghadapi kebutuhan
belongingness kedua duda masih mempunyai keinginan untuk menikah lagi. Kebutuhan
akan harga diri dan ego subjek 1 dan 2 merasa mampu untuk menguasai tugas terutama
ketika subjek dihadapkan pada tuntutan dua peran, kedua subjek juga merasa dirinya
dikenal baik dan dinilai baik oleh orang lain karena bagi subjek dengan sikap orang-orang
terdekatnya baik terhadap dirinnya itu merupakan suatu bentuk kepedulian terhadap
subjek. Kebutuhan aktualisasi diri semenjak menduda kedua subjek tidak dapat bekerja
secara optimal karena usaha untuk menyeimbangkan waktu antara bekerja dan keluarga
merupakan masalah bagi kedua duda tersebut, namun kedua duda tersebut berusaha untuk
tetap bekerja sebaik mungkin