Abstract :
Remaja dalam membeli kosmetik pemutih sangat berhubungan dengan
konsep diri yang dimilikinya. Jika remaja memiliki konsep yang positif maka dia
akan merasa puas dengan keadaan dirinya terutama keadaan fisik misalnya
seseorang memiliki kulit kecoklatan maka dia tidak memutuskan untuk membeli
kosmetik pemutih, sebaliknya jika seorang remaja wanita yang memiliki konsep
diri negatif maka remaja tersebut belum bisa menerima keadaan fisik yang
menurutnya belum sempurna karena memiliki kulit yang kecoklatan maka remaja
tersebut memutuskan membeli kosmetik tersebut. Oleh karena itu tujuan
penelitian ini untuk membuktikan adanya hubungan antara tingkat konsep diri
dengan tingkat kecenderungan keputusan membeli kosmetik pemutih pada siswi
SMEA Taruna Jaya di Gresik.
Dalam penelitian ini, jumlah subyek penelitian yang digunakan sebanyak
75 siswi yang terdiri dari jurusan Akuntansi dan Penjualan SMEA Taruna Jaya di
Gresik. Di sini peneliti menggunakan teknik sampling jenuh.
Metode pengumpulan data dari kedua variabel yaitu tingkat konsep diri
dan tingkat kecenderungan pengambilan keputusan membeli kosmetik pemutih
menggunakan kuesioner yang disusun dalam bentuk skala likert dengan pilihan
jawaban SS (sangat sesuai), S (sesuai), CS (cukup sesuai), TS (tidak sesuai), STS
(sangat tidak sesuai).
Data kedua variabel diolah dengan teknik statistik korelasi Product
Moment dengan taraf signifikan 5%. Hasil perhitungan nilai r = -0,314, dengan
signifkansi = 0,006, yang berarti lebih kecil dari taraf signifikan (0,05).
Berdasarkan hasil analisa data maka dapat disimpulkan terdapat hubungan
yang signifikan antara tingkat konsep diri dengan keputusan pembelian produk
pemutih.