Abstract :
PT. ATF merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang industri
manufaktur yang memproduksi kayu. Dalam menjaga kelancaran proses produksi,
maka PT ATF senantiasa berupaya untuk meningkatkan keandalan mesin. Salah
satunya adalah mesin multirip, kegagalan yang muncul pada mesin ini akan
berpotensi menimbulkan gangguan terhadap proses produksi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode reliabilty centered
maintenance (RCM) metode RCM digunakan untuk menentukan jenis kegiatan
perawatan yang tepat terhadap suatu mesin melalui analisa terhadap dampak yang
ditimbulkan oleh suatu kegagalan dengan mengunakan tabel FMEA dan RCM
Decision Diagram. Dari hasil yang diperoleh , prioritas kegiatan perawatan yang
perlu dilakukan terhadap masing-masig komponen kritis mesin multirip adalah
scheduled on-condition task dan scheduled discard task.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kerusakan pada komponen mesin multirip
yang menjadi fokus penelitian yaitu: motor gergaji, roll, dan motor rantai.
Penentuan interval perawatan mesin dengan metode RCM diketahui bahwa biaya
yang dikeluarkan perusahaan untuk penggantian komponen terkritis yaitu motor
gergaji Rp. 18.629508 dengan waktu interval waktu 12.1171 jam. Biaya
perawatan komponen roll Rp.95.19205 dengan waktu interval waktu 6.73442 jam.
Biaya perawatan komponen motor rantai Rp. 17.502482 dengan waktu interval
11.035 jam.