Abstract :
Proses produksi pada suatu perusahaan dapat berlangsung dengan baik jika
sistem dalam perusahaan tersebut dapat berjalan dengan baik dan tepat waktu. Ukuran
kesuksesan dalam suatu sistem produksi dalam perusahaan dapat dinyatakan dalam
bentuk besarnya produktivitas atau besarnya output dan input yang dihasilkan. UD.
Pupuk Guanoku merupakan perusahaan baru yang memproduksi berupa pupuk granule
dan cair berbahan baku dari kotoran kelelawar. Pada proses pembuatan atau proses
produksi di perusahaan tersebut terjadi penumpukan pada bagging sehingga hasil output
peusahaan tersebut tidak sesuai dengan target yang ditetapkan oleh perusahaan.
Metode Pendekatan simulasi untuk merencanakan proses produksi guna
memenuhi permintaan konsumen di lakukan dengan perencanaan model simulasi dari
sistem nyata. Kemudian dilakukan pemodelan simulasi dengan software Arena untuk
menentukan model yang paling optimal pada proses produksi Pupuk Guanoku granule
dan cair pada UD. Pupuk Guanoku.
Hasil simulasi proses produksi pada pembuatan model awal simulasi sistem
produksi pupuk guanoku dari sistem nyata. Dengan output granule : 279 dan cair : 1312
dan dilakukan hipotesis kesamaan 2 rata-rata antara sistem nyata dengan model awal
simulasi. Dengan nilai P-Value = 0.132 untuk granule dan P-Value = 0.809 untuk cair.
Untuk skenario 1 terjadi kenaikan output granule sebesar 382 dan ouput cair sebesar
1586.72 Untuk skenario 2 terjadi kenaikan output granule sebesar 438 dan ouput cair
sebesar 2557.4 Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada model simulasi scenario 2
merupakan model yang memperoleh hasil yang optimal.