Abstract :
Dalam proses produksi sabun translucent di PT.Wilmar Nabati Indonesia Gresik
terdapat beberapa permasalahan yang timbul, berdasarkan hasil pengamatan pada
bulan Februari diketahui produk cacat jenis low translucent 9%, moisture rendah
2%, dan pada bulan Mei cacat jenis low translucent 11% dan moisture rendah 3%.
Jadi faktor yang diprioritaskan untuk diperbaiki adalah jenis cacat low translucent
karena presentase cacatnya tinggi. Proses pembuatan sabun translucent
menggunakan beberapa bahan baku dan proses produksi antara lain jenis bahan
baku (SN 8020, SN 9010), pemakaian glycerin (1 Kg, 1.1 Kg), waktu proses
Mixing (45 menit, 60 menit), pemakaian Demin Watter (100 Ml, 200 Ml). Bahanbahan dan proses produksi yang tidak sesuai dari komposisi akan mengakibatkan
banyak produk yang cacat. Karakteristik dari bahan-bahan yang digunakan dalam
pembuatan sabun translucent sangat berpengaruh dalam menentukan kualitas
sabun translucent. Dari identifikasi faktor terkendali ada 4 faktor dan 2 level,
sehingga didapat Orthogonal Array dari Metode Taguchi L8(27
). Karakteristik
kualitas yang dipakai dalam penelitian yaitu (Smaller The Better). Kontribusi dari
faktor yang signifikan adalah pemakaian glycerin (B) 29.419%, bahan baku (A)
23.513%, bahan baku X pemakaian glycerin (AB) 22.808%. Sedangkan
kombinasi level faktor yang optimum adalah jenis bahan baku (A) (SN 8020),
Pemakaian glycerin (B) (1.1 Kg), waktu proses mixing (60 menit), pemakaian
demin water (D) (200 Ml).