Abstract :
Seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi, kondisi persaingan yang ada
di dunia usaha saat ini semakin ketat. Hal ini disebabkan tuntutan konsumen terhadap suatu
produk tidak terbatas pada harga dan kualitas saja tetapi juga pada pelayanan yang diberikan.
Salah satu faktor yang dapat menjaga kestabialan kegiatan produksi dalam menghasilkan
produk adalah memfokuskan diri pada manajemen persediaan. PT. Wilmar Nabati Indonesia
pernah mengalami dua kali keterlambatan pemesanan methanol pada tahun 2013 untuk plant
biodiesel, tetapi yang paling parah terjadi pada tanggal 19 April 2013 yang menyebabkan
proses produksi biodiesel menjadi terhenti selama 1 minggu karena keterlambatan itu.
Pada penelitian ini diperoleh data pemakaian methanol pertahun adalah 76,159.226
ton, dengan kapasitas tampung tangki metanol 6840 ton yang dibagi 4 tangki. Sedangkan
untuk quantity yang ditawarkan suplier adalah kelipatan 500 ton dimulai dari 3,000 ton
sampai 15,000 ton. Dari hasil perhitungan quantity pemesanan optimal atau quantity
pemesanan yang paling optimal ialah 8,585.46 ton. Tetapi karena keterbatasan kapasitas
maka quantity pemesanan yang terbaik untuk saat ini adalah 6,840.01 ton, dan dengan
mempertimbangkan quantity yang ditawarkan oleh supplier maka quantity yang paling
optimal adalah 6,500 ton dengan re-order point yang tepat pada level 5,356.966 ton
Pada akhir penelitian diusulkan penambahan kapasitas tangki yang dinilai layak dan
paling tepat adalah penambahan kapasitas 4,000 ton dengan investasi sebesar Rp.
8,000,000,000.00 dengan nilai NPV sebesar Rp. 4,128,775,512.58 dan nilai IRR paling tinggi
yakni 39%. Dan dari analisis penambahan 1 tangki kapasitas 4,000 ton atau 2 tangki masingmasing
memiliki kapasitas 2,000. Investasi terbaik adalah penambahan 1 tangki dengan
kapasitas 4000 karena terdapat penghematan sebesar Rp. 204,526,000.00 dari total harga
accesoris.