Abstract :
Mesin Dust Collector merupakan suatu mesin yang memiliki fungsi
menyedot dan menyimpan debu agar tidak berterbangan di udara oleh karena itu
mesin ini memiliki pengaruh yang luar biasa terhadap hasil produksi dan K3
(Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Dalam penggantian komponen filter
dilakukan 1 kali dalam seminggu dan membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam
sehingga membuat tingginya down time mesin serta sering kali sering kali
menyebabkan operator nyeri otot, tangan terluka, dan sesak nafas. Maka dengan
menerapkan metode Kaizen sebagai alternatif pengurangan down time dari
penggantian filter dust collector machine dengan memperhatikan aspek ergonomi
untuk mengurangi resiko kecelekaan kerja.
Kaizen merupakan suatu konsep dan filsafat yang berasal dari negara
Jepang. PDCA (Plan, Do, Check, Action) merupakan manajemen perbaikan mutu
secara berkesinambungan yang menekankan pada keuntungan jangka pendek.
Ergonomi adalah ilmu yang menemukan dan mengumpulkan informasi tentang
tingkah laku, kemampuan, keterbatasan, dan karakteristik manusia untuk
perancangan mesin, peralatan, sistem kerja, dan lingkungan yang produktif, aman,
nyaman dan efektif bagi manusia. OWAS merupakan metode analisis sikap kerja
yang mendefinisikan pergerakan bagian tubuh punggung, lengan, kaki, dan beban
berat yang diangkat.
Setelah PDCA diterapkan, hasil yang didapatkan ternyata cukup signifikan
yaitu penurunan waktu down time sebesar 87%. Dengan begitu maka waktu untuk
melakukan penggantian filter yang semula 52,7 menit menjadi 7 menit. Setelah
perubahan metode diterapkan hasil yang didapatkan cukup mengesankan, selama
3 bulan (Mei 2010 ? Juli 2010) setelah dilakukan perubahan belum pernah
ditemukan keluhan ? keluhan dan kecelakaan kerja. Dengan begitu maka target
yang diharapkan dapat tercapai yaitu tercapainya Zero Accident.