Abstract :
Kualitas merupakan faktor kunci yang membawa keberhasilan dalam bisnis,
pertumbuhan dan peningkatan posisi bersaing. Kualitas menjadi faktor dasar
keputusan konsumen dalam menentukan produk dan jasa yang diinginkan. Dari
hasil pengamatan yang dilakukan dijumpai terjadinya produk defect yang melebihi
batas toleransi yang ditetapkan oleh perusahaan yaitu sebesar 5% untuk masing -
masing produk sehingga mengakibatkan kerugian bagi perusahaan.
Upaya untuk mengurangi jumlah defect yang terjadi di lakukan dengan
pembentukan tim yang melakukan kegiatan pengendalian dan peningkatan mutu
secara teratur dan berkesinambungan dengan menggunakan dasar metode QCC
dengan alat bantu Seventools yang diawali dengan proses brainstroming untuk
mendapatkan informasi permasalahan yang terjadi untuk selanjutnya ditentukan
faktor penyebab yang terbesar untuk dapat dilakukan tindakan perbaikan
(improve) berdasarkan alternatif yang ada dengan dibuat model matrik 5W + 1H
sehingga didapatkan hasil setelah perbaikan pada defect sheet screat menurun.
Hasil dan analisa yang dilakukan diketahui defect terbesar periode
November ? Desember 2011, secara prosentase yaitu pada sheet screat 41,14 %,
Vinil tajam 17,75 %, vinil glueline 7,59 %m Vinil tidak lengket 7,38 %, Vinil
screat 5,47 %, Vinil gilap 5,06 %, Sheet kotor 4,85 %, Sheet gilap 4,77 %, Vinil
pecah 3,48 %, dan vinil gupil sebesar 2,49 %. Dan setelah di lakukan perbaikan
terhadap faktor penyebab terbesar dihasilkan penurunan pada defect terbesar yaitu
sheet screat sebesar 5,32%.
Dengan demikian usulan Improve ini dapat dipergunakan sebagai acuan atau
alternatif untuk pelaksanaan pengendalian kualitas pada proses produksi di PT.
Putera Rackindo Sejahtera Gresik.