Abstract :
Dari tahun 2005-2013 (Mei) ada 5jt lebih kendaraan roda empat terjual, dan
pada rentang yang sama ada 50jt lebih sepeda motor terjual, maka industri otomotif
juga turut berkembang dengan cepat. Jika sebelumnya hanya ada beberapa
produsen saja yang memproduksi kendaraan bermotor, kini terdapat lebih dari
seratus produsen, baik besar maupun kecil, yang tersebar di seluruh dunia.
PT.ISP sebagai salah satu industri otomotif di Indonesia yang berproduksi
spare part kendaraan bermotor yakni Leaf Spring dan Coil Spring merasa perlu
melakukan perbaikan baik dalam proses produksi maupun proses lainnya dengan
cara melakukan perbaikan secara berkesinambungan (Continues Improovement) di
semua bagian yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, terutama dibagian
Departemen Engineering.
Dalam hal ini Departemen Engineering mempunyai peran penting dalam
melakukan perbaikan berkesinambungan dimana sering kali terdapat komplain dari
eksternal mengenai defect inisial load characteristic (+) out spec terhadap hasil
produksi Coil Spring di Mesin Coil Spring HTC ketika massproduction.
Maka pihak manajemen di PT.ISP mengharapkan pihak Engineering dan
QC (Quality Control) bisa menanggulangi masalah tersebut. Untuk mengakomodir
kepentingan tersebut, maka diperlukan suatu perbaikan secara berkesinambungan,
xvii
dengan mengunakan metode 7 Steps dan 7 Tools. Kedua metode tersebut
merupakan suatu strategi untuk meningkatkan produktivitas perusahaan, namun 7
Tools tersebut boleh tidak semua tool harus digunakan, karena 7 Tools merupakan
alat bantu untuk menyelesaikan masalah yang sedang terjadi.