Abstract :
Kacang Bogor (Vigna subterranea (L.) Verdcourt) merupakan salah satu tanaman yang dapat tumbuh di Indonesia, namun sampai saat ini masih belum ada laporan varietas baru yang cocok untuk petani, khususnya di Indonesia. Biji Kacang Bogor mengandung protein yang mampu bersaing menggantikan tepung konvensional lainnya dalam berbagai produk olahan. Biji kacang bogor mengandung protein 14-24%, karbohidrat 60% dan lemak 6-12%. Tanaman kacang bogor mudah beradaptasi dan mentolerir kondisi kekeringan. Diharapkan dengan adanya pengujian terhadap galur-galur introduksi asal Afrika, didapatkan galur kacang bogor yang dapat beradaptasi dengan baik dan mempunyai potensi hasil yang tinggi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Gresik Bagian Utara.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya keragaman genetik dan potensi hasil kacang bogor (Vigna subterranea (L.) Verdcourt) galur LunT, AHM 753, SB16-5A, Uniswa Red dan Gresik. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Dalegan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur pada bulan Agustus 2011 hingga Januari 2012 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 kali ulangan. Penelitian ini menggunakan 4 galur introduksi asal Afrika yaitu galur LunT, AHM 753, SB16-5A dan Uniswa Red serta 1 galur lokal Gresik sebagai kontrol.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat keragaman genetik Kacang Bogor pada galur LunT, AHM 753, SB16-5A, Uniswa Red dan Gresik, baik pada karakter kualitatif maupun kuantitatif. Karakter luas daun, jumlah daun, penyebaran tanaman, jumlah polong per tanaman dan potensi hasil merupakan karakter yang dapat digunakan sebagai kriteria seleksi. Dari kelima galur yang diuji, Galur Gresik mempunyai karakter potensi hasil tertinggi (0.73 ton/ha), namun tidak berbeda nyata dengan galur SB16-5A (0.51 ton/ha). Pada karakter umur panen, galur AHM 753 mempunyai umur panen tersingkat (113.89 hst), namun tidak berbeda nyata dengan galur LunT (114.39 hst) dan galur SB16-5A (113.89 hst).