Abstract :
Perkembangan dan kemajuan dalam bidang Teknologi dan Informasi
memberikan pengaruh yang cukup besar dalam dunia analisis citra. Saat ini, proses
manipulasi citra semakin mudah dilakukan, salah satu faktor munculnya berbagai macam
metode pada segmentasi citra. Segmentasi citra merupakan langkah awal dalam
melakukan pengolahan citra, pengenalan pola, visi computer, karena hampir sebagian
besar proses pengolahan citra bergantung pada hasil operasi enhancement atau proses
perbaikan citra.
Pada tugas akhir ini akan diimplementasikan dalam proses menentukan jenis
lahan perkebunan kelapa sawit menggunakan metode Naïve Bayes. Proses perbaikan
dimulai dari citra RGB ke Greyscale, kemudian dilanjutkan pada proses equalisasi
histrogram, kemudian dilanjutkan dengan proses invers citra. Proses ekstraksi ciri
dilakukan setelah operasi perbaikan citra dengan menggunakan metode co-occurrence
matrix. Proses ekstraksi ciri co-occurrence matrix menghasilkan 6 fitur, yaitu nilai
angular second moment, contrast, correlation, varience, invers different moment, dan
entropy. Proses Naïve Bayes merupakan salah satu proses untuk mengelompokan suatu
data kelas . Terdapat empat kelas yang di gunakan dalam uji sistem ini, yaitu Kelapa
Sawit Muda, kelapa sawit dewasa, dan Kelapa Sawit Tua. Penentuan kelas berdasarkan
nilai terbesar sebagai kelas yang sesuai.
Berdasarkan tujuan diatas, kemudian dapat dibuatkan sebuah sistem dengan
menggunakan program aplikasi Matlab R2011b. Penggujian dilakukan dengan
menggunakan citra gambar berbagai macam pohon kelapa sawit pada perkebunan di
Kalimantan yang diambil dari foto udara yang kemudian dicropping untuk dijadikan
sample dengan ukuran pixel 60X60 sebanyak 400 citra.