Abstract :
Transformator tenaga merupakan salah satu alat yang terpenting dalam sistem transmisi
kelistrikan oleh karena itu diperlukan pemeliharaan dengan cara mengetahui nilai kondisi
transformator secara menyeluruh. Namun, belum ada metoda yang secara terperinci dan
tepat mengetahui kondisi transformator daya melalui seluruh gabungan data uji yang
tersedia. Permasalahan ini menyebabkan tingkat kesimpulan yang berbeda.
Untuk menentukan tingkat unjuk kerja trafo digunakan metode penilaian kondisi
(scoring). Penilaian dilakukan dengan cara menganalisa kegagalan transformator dengan
berdasarkan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis). FMEA merupakan suatu cara untuk
menganalisa penyebab/model kegagalan (failure modes) yang dapat terjadi pada suatu
sistem yang selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan komponen
komponen yang akan diperiksa dan dipelihara. Dalam hal ini dicari mode kegagalan dengan
membagi menjadi beberapa subsistem, setelah itu ditentukan parameter apa yang
berpengaruh dalam menyebabkan kegagalan. Selanjutnya dilakukan penentuan nilai batas
untuk menentukan level kondisi berdasarkan standar yang telah ditetapkan.. Metode ini
diterapkan pada penilaian kondisi Transformator Tenaga yang terpasang di GI Segoromadu
Gresik.
Dari hasil analisa melalui Inspeksi Level 1,Level 2, maupun Level 3, secara umum
Transformator Tenaga di GI segoromadu telah mengalami penurunan kondisi terutama pada
Trafo 1 dan Trafo 3 Hasilnya adalah didapatkan hasil scoring yaitu: Trafo 1 = 5,88, Trafo 2
= 8,73,Trafo 3 = 4,83.