Abstract :
PT. Hanampi Sejahtera Kahuripan adalah satu-satunya perusahaan yang memperoduksi
pupuk urea terkendali dan pupuk kompon. Permasalahan yang dialami saat ini adalah terjadinya
banyak kerusakan pada mesin produksi pupuk urea terkendali (Mixing Machine Type B) yaitu
mesin UTK-02, sehingga mesin tersebut tidak dapat bekerja dengan efektif.
Untuk mengatasi permasalahan yang terjadi, melakukan pengukuran dengan metode
OEE. Terdapat tiga faktor dalam OEE: Avability (A), Performance Effeciency (P), dan Rate
Product (R). Jika nilai OEE belum memenuhi standar OEE kelas dunia, maka akan dilakukan
perhitungan six big Losses, kemudian dilakukan analisis menggunakan diagram pareto dan
memberikan perbaikan dengan metode FMEA.
Rata ? rata nilai OEE pada bulan Februari ? juli 2017 Mesin UTK-02 Yaitu 60,18%.
Nilai mesin tersebut belum memenuhi standar OEE kelas dunia yakni sebesar 85%. Hasil six big
losess dan analisis diagram pareto yang menunjukan bahwa menyebabkan rendahnya
pencampaian nilai OEE pada mesin UTK-02 adalah pada Rate Product dengan faktor process
defects loss dan reduce yield loss mengakibatkan kerugian waktu terbesar 112,41 jam dan 414,78
jam serta kerugian produk rewok dan scrap sebanyak 2.699.230 selama bulan Februari ? Juli
2017.
Usulan perbaikan dari penyebab kegagalan masa pakai screw terlalu lama pada mesin
UTK-02 yaitu : Melakukan pergantian screw yang preventif dan menentukan umur atau masa
pakai screw pada mesin. Dari penyebab kegagalan banyaknya bahan baku yang menggumpal
pada mesin UTK-02 didapatkan usulan perbaikan yaitu : Melakukan pengecekan terhadap bahan
baku yang mau diproses dan melakukan manajemen penyimpanan bahan baku yang tepat.