Abstract :
Sektor industri kimia yang bergerak dibidang produksi asam fosfat memiliki
potensi sebagai sumber pencemar lingkungan. Limbah cair yang dihasilkan oleh
sektor industri tersebut banyak mengandung PO4, F, dan TSS. Apabila tidak
ditangani secara tepat dapat mengganggu lingkungan dan kesehatan manusia.
Metode Green productivity merupakan strategi untuk meningkatkan produktivitas
sekaligus menurunkan dampak lingkungan perusahaan, dimana Environmental
Performance Indicator untuk mengukur kinerja lingkungan. Pengamatan limbah
proses dilakukan pada Phosphoric Acid Plant dan unit Waste Water Treatment di
PT Petro Jordan Abadi periode bulan januari sampai juni 2017. Green
Productivity (GP) menerapkan produktivitas dengan tool, teknik-teknik, teknologi
manajemen lingkungan yang tepat, untuk mengurangi dampak lingkungan, salah
satunya dengan alternatif solusi cara pengurangan jumlah limbah. Langkah yang
dilakukan pertama kali adalah mengidentifikasi sumber penyebab limbah,
dilanjutkan dengan menentukan tujuan dan target, dan langkah terakhir adalah
memilih alternatif green productivity. Produktivitas dan kinerja lingkungan di PT
Petro Jordan Abadi memerlukan perbaikan karena produktivitas saat ini masih
fluktuatif antara 95 % - 130 %, adanya masalah banyaknya limbah, serta agar
proses produksi lebih ramah lingkungan. Kinerja lingkungan yang telah dicapai
PT Petro Jordan Abadi saat ini telah menunjukkan hasil yang cukup baik dilihat
dari nilai EPI yang positif sebesar 20,74 %. Disimpulkan terdapat potensi reduksi
limbah yaitu salah satunya reduksi limbah cair air olahan limbah yang bersumber
2
dari hasil pengolahan limbah cair di WWT Unit. Alternatif perbaikan yang terpilih
adalah pemaksimalan pemanfaatkan air olahan limbah dengan perbaikan proses
pengolahan limbah, meskipun biaya investasi awal yang dikeluarkan cukup
mahal, tapi alternatif ini mampu mengeliminasi jumlah limbah cair yang dibuang.
Keuntungan perusahaan akan bertambah dengan cara eliminasi biaya pembuangan
limbah tersebut sehingga dapat meningkatkan produktifitas dan kinerja
lingkungan. Alternatif perbaikan yang dipilih di estimasikan memberikan
kontribusi peningkatan produktivitas perusahaan sebesar 0,18 %, serta
pengurangan jumlah limbah cair yang dibuang sebanyak 21.918 m3/bulan atau
21,14 % dari total limbah perusahaan.