Abstract :
Perusahaan Obat Tradisional yang menjadi obyek penelitian merupakan perusahaan
yang memproduksi serbuk ekstrak herbal. Pada perbaikan proses ini, dilakukan
penggunaan tahapan Six Sigma yang dikenal sebagai DMAIC (Define-Measure-
Analyze-Improve-Control), dimana dalam tiap tahapannya digunakan berbagai
kombinasi alat (tools) baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif secara
flekasibel dan konteksual. Berdasarkan hasil penelitian. Pada tahap Define
dilakukan pengumpulan data produksi untuk mengetahui defect produk serta
menentukan tujuan proyek six sigma. Pada tahap Measure dilakukan identifikasi
critical to quality (CTQ) terdapat 2 CTQ yaitu angka lempeng total , dan moisture
content, kemudian dilakukan pengukuran nilai DPMO, Level sigma dan COPQ.
Pada tahap Analyze mencari penyebab terjadinya cacat pada produk serbuk ekstrak
herbal dengan tools FMEA adapun tiga RPN tertinggi adalah akurasi pengukuran
yang rendah, sistem kerja dan komponen tercampur. Setelah diketahui penyebab
terjadinya jenis cacat, dilakukan tahap Improve. Tindakan perbaikan yang
diimplementasikan berdasarkan tiga nilai RPN tertinggi yaitu meningkatkan kadar
alcohol pelarut, melakukan review terhadap jadwal produksi (penurunan WIP , serta
meningkatkan setting temperature proses spray dryer. Adapun nilai DPMO dan
Level sigma angka lempeng total, dan Moisture content berturut-turut setelah tahap
implementasi sebesar 6,36 (5,86), 2.679 (4,28) dengan COPQ sebesar Rp
15.000.000. Setelah dilakukan perbaikan, dilakukan tahap Control. Dengan
pembuatan form instruksi kerja serta mengontrol uji tingkat kecacatan produk
dengan menggunakan xbar R-chart dan menentukan kapabilitas produksi.