Abstract :
PT.PJB UP. Gresik adalah anak perusahan PLN yang bergerak pada bidang
pembangkitan. Hasil produksi yang dihasilkan PT.PJB UP Gresik ialah energi listrik.
PT. PJB UP Gresik sendiri memiliki 3 jenis unit pembangkit, yaitu : pembangkit listrik
tenaga uap (PLTU), pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) dan pembangkit listrik
tenaga gas dan uap (PLTGU). Total daya energi listrik yang terpasang UP.Gresik
adalah 2255 MW.
Dalam proses produksi PLTGU gresik memiliki beberapa komponen utama
yaitu Gas Turbine, Steam Turbine, Generator, Heat Recovery Steam Generator
(HRSG), dan unit unit common pendukung PLTGU. Unit common PLTGU terdiri dari
beberapa unit, yaitu Chlorination Plant, H2 Plant, Desalination Plant dan Water
Treatment Plant. Dari keseluruhan komponen PLTGU tersebut dituntut kehandalanya
untuk menjaga kualitas dan citra perusahaan, sehingga dalam proses operasi dan
pemeliharaanya sangat diperhatikan oleh PT.PJB UP. Gresik.
Dalam hal ini sebagai contoh untuk menjaga kehandalan dan kualitas dari air
pengisi HRSG untuk proses produksi , memiliki nilai standart conductivity yaitu
dibawah 1 microsimens (x < 1?s). Hal ini bertujuan untuk menjaga peralatan dari
korosif khususnya pada sudu sudu Steam Turbine dan tubing ? tubing HRSG . Untuk
menjadikan air pengisi HRSG sesuai standart tersebut dilakukan proses treatment pada
water treatment plant (WTP). PLTGU gresik memiliki 3 unit WTP. WTP berfungsi
mengolah air tawar menjadi air make up / air pengisi dengan cara ion exchanger pada
mixed bed polisher WTP. Pada proses produksinya apabila WTP menghasilkan kualitas
air dibawah standart mutu maka dilakukan regeneration pada WTP untuk
mengembalikan fungsi dari WTP tersebut.
Pada setahun terakhir ini salah satu WTP 2 tidak standby dikarenakan
mengalami kegagalan saat proses regeneration sehingga WTP 2 tidak dapat
dioperasikan dan proses produksi terganggu, karena ketersediaan air make up / air
pengisi HRSG berkurang hal ini sangat merugikan PT.PJB UP.Gresik. Sehingga perlu
dianalisa untuk mengetahui penyebab dari kegagalan regenerasi WTP tersebut. Metode
yang digunakan dalam melakukan analisa ini menggunakan metode FMEA dan FTA.
Yang nantinya akan muncul beberapa usulan pemeliharaan untuk meminimalisir
kegagalan regenerasi WTP, sehingga membantu PT.PJB UP.Gresik untuk menjaga
kehandalan unit, khususnya pada WTP.