Abstract :
PT. Petrowidada Gresik merupakan perusahaan yang memproduksi phythalie
anhydrite yang merupakan bahan baku dari industri plastik dan bahan pembuat
cat. Pada perbaikan proses ini, dilakukan penggunaan tahapan Six Sigma yang
dikenal sebagai DMAIC (Define-Measure-Analyze-Improve-Control), dimana
dalam tiap tahapannya digunakan berbagai kombinasi alat (tools) baik yang
bersifat kuantitatif maupun kualitatif secara flekasibel dan konteksual.
Berdasarkan hasil penelitian. Pada tahap Define dilakukan pengumpulan data
produksi untuk mengetahui defect produk serta menentukan tujuan proyek six
sigma. Pada tahap Measure dilakukan identifikasi critical to quality (CTQ)
terdapat 3 CTQ yaitu Purity, Density, Acidity serta melakukan pengukuran nilai
DPMO, Level sigma dan COPQ. Pada tahap Analyze mencari penyebab terjadinya
cacat pada produk phythalie anhydrite dengan tools FMEA adapun tiga RPN
tertinggi adalah akurasi pengukuran yang rendah, sistem kerja dan komponen
tercampur. Setelah diketahui penyebab terjadinya jenis cacat, dilakukan tahap
Improve. Tindakan perbaikan yang diimplementasikan berdasarkan tiga nilai RPN
tertinggi yaitu membuat instrumentasi untuk mengukur sifat kimia dan fisika
material, melaksanakan kerja sesuai standart operasional prosedur , serta menjaga
suhu destilasi secara konstan. Adapun nilai DPMO dan Level sigma Purity,
Density dan Acidity berturut-turut setelah tahap implementasi sebesar 93.580
(2,82), 76.365 (2,93), 81.618 (2,89) dengan COPQ sebesar Rp 323.250.000.
Setelah dilakukan perbaikan, dilakukan tahap Control. Dengan mengontrol uji
tingkat kecacatan produk dengan menggunakan xbar R-chart dan menentukan
kapabilitas produksi.