Abstract :
PT. FLOUR MILLS adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang
pengolahan bahan pangan dan menghasilkan produk tepug terigu yang bahan
bakunya berasal dari gandum dan memiliki produk sampingan berupa Bran
Pollard. Guna memenuh tuntutan untuk menghadapi pasar bebas yang menjadi
alasan penting bagi industri pangan di Indonesia untuk semakin meningkatkan
mutu dan jaminan keamanan akan produk-produk olahan pangannya. Guna
untuk meningkatan kualitas produk maka diperlukan kualitas tambahan yang lain
karena konsumen juga mengharapkan proses jasa atau layanan yang tepat waktu
sehingga digunakan metode lean.
Lean adalah metodologi yang digunakan untuk mempercepat dan mengurangi
biaya untuk proses apapun dalam manufaktur atau jasa. Lean akan memperbaiki
kecepatan proses dan mengurangi biaya non value added. Dari penelitian yang
dilakukan di PT. FLOUR MILLS ditemukan adanya waste yaitu defect, Over
production, inventory. Identifikasi awal waste yang terjadi dengan cara
menggambarkan big picture mapping. Kemudian dilakukan pembobotan waste
dengan cara menyebarkan kusioner dan diperoleh nilai rata ? rata dari masing ?
masing waste yaitu Over Production 3,80 Waiting 1,00 Transportation 2,40
Unappropriate Processing 1,00 Unnecessary Inventory 2,73 Unnecessary Motion
1,00 Defects 4,73. Kemudian digunakan konsep VALSAT untuk memilih value
stream analysis tools dengan cara mengalikan hasil sekor rata-rata pembobotan
tiap waste dengan skala yang ada pada tabel VALSAT, dan didapat tiga tools
dengan bobot nilai terbesar yaitu Proses activity mapping 62,50 Quality filter
mapping 47,37 Supply chain response matrix 41,83.
Pada tahapan akhir dilakukan improve berdasarkan 3 mapping tools yang
memiliki bobot nilai terbesar. Usulan perbaikan berdasarkan masing-masing
penyebabnya.